Posts

Showing posts with the label From WA

CARA KHILAFAH MEMBERANTAS LGBT

Image
Oleh : KH. Hafidz Abdurrahman LGBT adalah singkatan dari lesbian, gey, biseks dan transgender. Lesbian adalah sebutan bagi perempuan yang mempunyai kecenderungan dan mencintai sesama perempuan. Gey adalah sebutan bagi laki-laki yang mempunyai kecenderungan dan mencintai sesama laki-laki. Bisek adalah sebutah bagi perempuan dan laki-laki yang mempunyai kecenderungan dan mencintai dua pasangan, sesama perempuan dan atau laki-laki. Sedangkan transgender adalah sebutan bagi perempuan atau laki-laki yang menampilkan diri dengan sosok yang berbeda dengan gendernya.  LGBT Bukan Fitrah Dengan tegas Allah menyatakan, fitrah manusia diciptakan dengan dua jenis, laki [dzakar] dan perempuan [untsa] [Q.s. al-Hujurat: 13]. Allah pun memberikan kepada masing-masing syahwat kepada lawan jenisnya [Q.s. Ali ‘Imran: 14]. Karena itu, Allah menetapkan, bahwa mereka dijadikan hidup berpasangan dengan sesama manusia, pria dengan wanita. Tujuannya, agar nalurinya terpenuhi, sehingga hidupnya sakinah...

Jawaban Kuat Ulama Cerdas Yang Tidak Terkalahkan

Al-Imam Abu Bakr al-Baqilani rahimahullah terkenal dengan kemampuan beliau berdebat. Suatu hari bertemu dengan seorang pendeta Nasrani, si Nasrani itu berkata: “Kalian orang Islam punya fanatik yang keterlaluan”. Al-Baqilani: “Apa itu ?”. Nasrani: “Kalian membolehkan diri kalian untuk menikahi wanita ahli al-kitab  – Yahudi ataupun Nasrani – tapi tidak membolehkan orang selain kalian untuk menikahi putri-putri kalian”. Al-Imam pun berkata padanya: “Kami menikahi wanita Yahudi karena kami beriman pada Nabi Musa. Kami menikahi wanita Nasrani karena kami beriman pada Nabi Isa… Dan kalian jika suatu saat beriman pada Nabi Muhammad; kami pun akan menikahkan kalian dengan putri-putri kami”. Orang kafir terdiam bingung ! Kelihaian beliau dalam menjawab & kepandaian dalam memilih kata. Al-Imam Abu Bakr al-Baqilani rahimahullah merupakan ulama besar di masanya, maka raja Iraq memilih & mengirim beliau ke Konstantinopel  pada tahun 371 H untuk berdebat dengan umat K...

#MENYOMBONGKAN ILMU, HARTA DAN KEKUASAAN

Ilmu, harta dan kekuasaan adalah anugerah Allah. Tepatnya milik-Nya, yang dititipkan kepada  kita. Jika semuanya itu hanyalah titipan, mengapa ada orang yang menyombongkan ilmu, harta dan kekuasaan Haram, menyombongkan ilmu, harta dan kekuasaan, betapapun hebatnya. Karena itu, Nabi menyatakan, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebutir biji sawi kesombongan". Karena ilmu, harta dan kekuasaan bukan untuk disombongkan Orang yang diberi ilmu, menyombongkan ilmunya, maka orang itu sakit. Orang yang diberikan harta, menyombongkan hartanya, maka dia juga sakit. Orang yang diberi kekuasaan, menyombongkan kekuasaannya, maka dia pun sakit Karena sombong adalah penyakit hati, maka obatnya adalah takwa. Dengan takwa, orang mempunyai rasa takut kepada Allah. Dengan takwa, orang itu akan tawadhu'. Begitulah takwa yang menghujam di dalam dada, sanggup menghancurkan kesombongan yang bersemayam di dalam.dada-dada kita Ketika Umar bin Abdul Aziz menerima t...

APA YANG TERJADI SAAT INI ADALAH KONSEKUENSI DARI DAKWAH POLITIK.

Image
Oleh:KH.M Shiddiq Al Djawi Menurut Syaikh M. Husain Abdullah dalam kitabnya At-Thariqah asy-Syar’iyah li Isti’naf al-Hayah al-Islamiyah, hlm. 86-92, setidaknya terdapat 4 (empat) konsekuensi terhadap dakwah politik, yakni : Pertama: dakwah politik akan menghadapi perlawanan dari penguasa sistem sekular. Mereka akan menggunakan berbagai cara dan sarana untuk menghancurkan dakwah politik yang ada. Menghadapi konsekuensi ini, para aktivis dakwah politik hendaknya tetap berpegang teguh dengan ideologi mereka, yaitu Islam, dan bersabar menghadapi segala tantangan dan cobaan yang ada. Mereka hendaknya juga tidak tergiur dengan segala rayuan (targhib), juga tidak gentar dengan segala ancaman (tarhib). Sikap seperti inilah yang ditunjukkan Rasulullah saw. dulu ketika menghadapi tantangan dakwah dari kaum Quraisy yang kafir. Kedua: dakwah politik akan menghadapi serangan pemikiran asing yang disebarkan oleh berbagai institusi dari negara sekular yang ada seperti media massa, sekolah, ...

Dalam al-Bidayah wa an-Nihayah

Image
Dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, karya Ibn Katsir, Juz XIII/170-171, disebutkan: Kiswah Ka'bah pernah terjatuh di zaman Khilafah 'Abbasiyah Baghdad, tepatnya hari Selasa, 10 Rabiul Akhir. Peristiwa ini memberi peringatan akan apa yang terjadi setelahnya, yaitu Jatuhnya Khilafah Abbasiyah di Baghdad ke tangan Tatar.  Note Apakah peristiwa badai terbaru di Makkah juga memberi peringatan akan peristiwa yang akan terjadi setelahnya? Ambruknya Mulkan Jabariyyan, dan kembalinya Khilafah? Wallahu a'lam.